SELAMAT DATANG di blog ini !! Mari berdiskusi tentang problematika pendidikan, harapan dan impian dunia pendidikan kedepan demi kemajuan bangsa tercinta. Lahirnya korupsi, terorisme, seks bebas, tawuran, pembunuhan, penculikan, dan penyakit yang ada di masyarakat lainnya menunjukkan kurang berhasilnya sistem pendidikan di Indonesia.
MARI KITA PANJATKAN DO'A KEPADA SAUDARA-SAUDARA KITA YANG TELAH MENJADI KURBAN LETUSAN GUNUNG MERAPI DI JOGJAKARTA

Sabtu, 06 November 2010

MEMBANGUN IMPIAN

BANGUN IMPIAN ANDA !!

Tersebutlah kisah seorang pemuda, dia berasal dari daerah pinggiran sebuah kota kecil di Sulawesi Selatan. Pendidikannya hanya tamatan STM jurusan Listrik, sehingga di zaman sarjana sudah berserakan di mana-mana ini, tidak terlalu banyak peluang baginya untuk bersaing mendapatkan pekerjaan yang layak untuk hidup.

Tapi hal itu tidak membuatnya putus asa. Dia terus mencari dan mencari, hingga suatu ketika dia mendapatkan informasi tentang magang ke Jepang di Kantor Departemen Tenaga Kerja. Lalu dia mulai mengumpulkan informasi dan mempersiapkan diri menjalani tes awal. Latihan fisik berupa lari, push up, dan sit-up dia lakukan secara teratur sampai menjelang tes fisik yang sesungguhnya. Akhirnya waktunya pun tiba, tes magang mulai dia jalani satu persatu, dan berkat latihan yang teratur, tes fisik dia lalui walaupun dengan susah payah. Tapi nasib berkata lain, di tes kesehatan akhirnya dia dinyatakan gagal dan gugur begitu saja.
Namun dia tidak menyerah, dia bulatkan tekad, ditinggalkannya keluarga dan kota kelahirannya, dan mengikuti tes di propinsi lain. Tes kedua pun gagal dan kembali dia harus berkelana ke daerah lain yang masih asing baginya. Pada tes ketigalah dia dinyatakan lulus. Namun perjuangan belum selesai karena masih ada pembekalan daerah dan pelatihan bahasa 3 bulan yang menuntut kerja keras, disiplin yang ketat, PR yang bertumpuk, dan gemblengan fisik yang belum pernah dialaminya seumur hidup. Tapi baginya semboyan nenek moyangnya sejak dahulu “sekali layar terkembang, pantang biduk surut ke pantai” adalah harga mati yang tidak bisa ditawar lagi! Saat itu, apapun harganya akan dia bayar dengan kerja keras, demi impian barunya….. KEJEPANG!! Dan dia berhasil mewujudkannya, sekarang dia sudah mulai memetik hasil dari kerja kerasnya, dia akhirnya bisa melihat negeri DORAEMON ini. Negeri tempat dimulainya impian-impiannya yang lebih besar di masa datang.

Sadarkah anda bahwa cerita di atas mirip-mirip dengan cerita kehidupan seseorang yang sepertinya anda kenal? Cobalah gali memori anda di masa lalu. Kalau anda tidak juga bisa mengingatnya, carilah cermin dan lihatlah pantulan wajah orang itu di dalam cermin. Ya, wajah itu adalah wajah anda, dan andalah orang itu! Seseorang yang dulu begitu bersemangat, penuh vitalitas, tahan banting, dan siap menghadapi apa saja demi impian anda.

Terlepas dari apa pun latar belakang anda, cerita tentang seorang kenshusei adalah cerita tentang seseorang yang ulet dan tabah demi sesuatu yang dikejarnya. Tidak perduli apakah anda lulusan Institut Teknologi Surabaya atau hanya tamatan SMEA. Tidak perduli apakah anda harus ikut tes sampai empat kali dan baru lulus di tes yang keempat, ataukah kebetulan Om anda adalah seorang petinggi di Depnaker Pusat hingga hanya dengan sekali tes tanpa susah payah anda bisa lulus. Tidak masalah apakah akhirnya anda di Jepang mendapat pekerjaan yang ringan sekali karena hanya bertugas memotong komponen elektronika sebesar biji jagung dan mengepaknya ke dalam kotak, ataukah pekerjaan anda adalah mengelas bagian bawah kapal laut hingga anda harus mengelas sambil nungging selama 8 jam sehari. Terlepas dari semua itu, anda adalah seorang pemenang! Karena satu waktu dalam hidup, anda pernah mempunyai impian, dan dengan kerja keras anda berhasil mewujudkannya! Tepuk tangan belumlah cukup untuk memberi selamat bagi anda, tapi cukup anda ingat, tatap mata yang basah dan lambaian tangan keluarga dan sanak saudara yang melepas anda pergi dahulu, sebenarnya jauh melebihi tepuk tangan khalayak seramai apa pun. Tatap mata dan lambaian tangan mereka yang tanpa kata-kata, sebenarnya adalah teriakan pemberi semangat yang seakan-akan ingin berteriak : “tetaplah tegar, sang juara!!”. Ya! Anda adalah sang juara bagi mereka, anda adalah pahlawan, anda adalah pahlawan ekonomi bagi sanak saudara, penyantun dana bagi pendidikan adik-adik anda, sumber kebanggan bagi orang tua dan teman-teman anda. Anda seorang JUARA!

Kalau hampir semua kenshusei dulunya adalah seseorang yang tangguh, ulet, tabah, dan bersemangat, lantas kenapa setelah di Jepang, banyak kenshusei yang semangatnya jadi melempem seperti api tersiram air? Tidak jarang kita dengar ada kenshusei yang minta pulang hanya karena rekan sekerjanya ??? selalu bertingkah yang menjengkelkan, atau tidak sedikit kenshusei yang lantas memilih lari dari perusahaan hanya karena selisih paham dengan atasannya di perusahaan. Atau mungkin anda pernah mendengar cerita tentang kenshusei yang akhirnya memilih jalan berliku menjadi ilegal akibat bujukan dan rayuan temannya yang kemudian ternyata tidak bertanggung jawab atas nasibnya. Kemana semangat dan ketabahan yang dulu begitu menggebu-gebu? Kemana prinsip teguh dan tekad bulat yang dulu ada? Mungkin, jawabannya adalah karena sebagian besar dari kita, kenshusei, telah mencapai impian, yaitu KE JEPANG. Sehingga kita merasa puas dan tak punya lagi sesuatu yang ingin dikejar. Tak ada lagi sesuatu yang sanggup memacu semangat dan memotivasi diri kita.

Hal ini mengakibatkan jiwa kita mudah lelah dan semangat gampang menurun. Belum lagi kenyataan-kenyataan yang kita hadapi sedikit banyak berbeda dengan harapan-harapan kita sebelum datang ke negeri sakura ini. Mungkin ada banyak dari kita yang mengira bahwa magang itu adalah kerja dengan dibimbing oleh orang lain terus menerus selama tiga tahun, atau hanya melakukan pekerjaan yang ringan-ringan dan sama sekali tidak dituntut tanggung jawab karena masih berstatus magang.
Bahkan ada di antara kita yang bahkan mengira bahwa magang ke Jepang adalah kerja di kantor dan berfungsi sebagaimana layaknya seorang office boy.

Tapi, ternyata setelah datang ke Jepang, pekerjaan yang harus anda lakukan adalah mengelas lempengan logam sebesar mobil truk, bekerja di bawah tekanan atasan yang bawel bukan main, diberi batasan jumlah minimal order yang harus selesai, dan bermacam-macam hal yang bisa membuat kita muak bukan main. Belum lagi tempat tinggal yang disediakan oleh perusahaan amat jauh dari kelayakan, dinding yang kotor, peralatan dapur yang tak memadai, atau bahkan malah banyak di antara kita yang hanya diberi sepetak kamar yang bersebelahan dengan gudang perusahaan. Jangankan kemewahan, kelayakan pun belum mencukupi.

Akan tetapi, sebenarnya semua hal-hal itu bukanlah alasan bagi kita untuk kehilangan semangat hidup dan vitalitas kerja. Kalau anda coba merenung, hidup ini bisa kita umpamakan seperti makan di restoran. Ada restoran yang pada saat anda memesan makanan, sebelum makan anda harus bayar dulu, namun ada juga yang mempersilakan anda makan dulu lalu bayar kemudian. Hidup pun seperti itu, ada masa untuk bersusah payah, ada masa untuk menikmati. Kalau anda rela membayar lebih dahulu maka anda akan bisa menikmati di masa datang. Kesempatan magang ini jika anda manfaatkan untuk ‘membayar’, maka di masa datang kesempatan untuk ‘makan’ akan tercipta dengan sendirinya. Akan tetapi jika di masa magang yang hanya tiga tahun ini anda hanya ‘makan’ terus menerus, maka di masa datang akan datang lagi saatnya anda harus bekerja keras, bahkan mungkin lebih keras dari pada yang anda lakukan di masa magang ini dengan hasil yang jauh lebih kecil.


selengkapnya di
sumber :
http://arifkurniawan.net/2010/11/bangun-impian-anda-bahan-webinar-sesi-kedua-20101106/

Tidak ada komentar:

Posting Komentar